Investor Bisa Memanfaatkan Peluang Saham Hari Ini Untuk Portofolio Strategis

Senin, 19 Januari 2026 | 11:23:36 WIB
Investor Bisa Memanfaatkan Peluang Saham Hari Ini Untuk Portofolio Strategis

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini bergerak turun setelah sempat menguat. 

Pada pembukaan perdagangan, IHSG berada di level 9.098,702. Pergerakan ini menunjukkan koreksi wajar di awal pekan setelah libur panjang.

Hingga pukul 09.10 WIB, IHSG tertekan 18,664 poin atau setara 0,21 persen ke posisi 9.056,742. Dari total emiten, 308 saham melemah, 246 saham menguat, dan 154 saham stagnan. Aktivitas perdagangan awal tercatat sebesar Rp3,678 triliun dengan total 8,886 miliar saham diperdagangkan.

Koreksi ini menjadi momentum bagi investor untuk meninjau ulang portofolio. Pergerakan IHSG yang menurun tipis belum menandakan tren negatif jangka panjang. Pelaku pasar menilai ini sebagai peluang selektif untuk membeli saham potensial.

Prospek IHSG Hari Ini

IHSG berpotensi bergerak sideways sepanjang hari ini. Rentang support diperkirakan antara 9.000–9.040 dan resist di 9.100–9.150. Kondisi ini memberikan ruang bagi investor untuk mengamati pergerakan intraday.

Pada perdagangan sebelumnya, IHSG berhasil ditutup naik 0,47 persen dengan net buy asing sebesar Rp474 miliar. Saham yang paling banyak diborong investor asing antara lain BBRI, PTRO, BMRI, INCO, dan JPFA. Aliran modal asing ini menunjukkan kepercayaan terhadap saham-saham unggulan domestik.

Sentimen global turut memengaruhi pergerakan IHSG. Indeks utama Wall Street dan bursa Asia-Pasifik menunjukkan pergerakan beragam. Kondisi ini memberikan konteks bagi investor dalam mengambil keputusan trading atau investasi jangka pendek.

Kondisi Pasar Saham Global

Bursa saham Amerika Serikat menutup perdagangan nyaris stagnan menjelang libur panjang. Dow Jones Industrial Average turun 0,17 persen, S&P 500 melemah 0,06 persen, dan Nasdaq Composite turun 0,06 persen. Kinerja ini mencerminkan kehati-hatian investor sebelum libur panjang.

Di kawasan Asia-Pasifik, pergerakan juga beragam pada akhir pekan sebelumnya. Nikkei 225 Jepang turun 0,32 persen, Topix menurun 0,28 persen, sementara Kospi Korea Selatan naik 0,90 persen. Bursa lain seperti S&P/ASX 200 Australia naik 0,48 persen, Hang Seng Hong Kong melemah 0,29 persen, dan CSI 300 China turun 0,41 persen.

Variasi pergerakan bursa global memberi peluang bagi investor IHSG untuk menyesuaikan strategi. Pergerakan ini dapat menjadi acuan dalam menilai saham unggulan yang layak dikoleksi. Pemahaman tren internasional membantu pelaku pasar membaca sentimen secara lebih komprehensif.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Beberapa saham diprediksi memiliki potensi pergerakan positif hari ini. Saham yang menjadi perhatian antara lain ASII, CUAN, INET, DEWA, BUVA, dan INKP. Rekomendasi ini diberikan berdasarkan analisis teknikal dan sentimen pasar terkini.

Saham ASII direkomendasikan buy dengan area beli di Rp7.050, cutloss di bawah Rp7.000, target dekat Rp7.125–Rp7.200. CUAN spec buy di area Rp1.835–Rp1.850, cutloss di bawah Rp1.835, target Rp1.890–Rp1.910. INET bisa dibeli jika break Rp525, target Rp555–Rp590, cutloss di bawah Rp490.

Saham DEWA buy if break Rp770, target Rp795–Rp830, cutloss di bawah Rp745. BUVA buy on weakness di Rp1.835–Rp1.865, target Rp1.910–Rp1.975, cutloss di bawah Rp1.835. INKP spec buy di Rp9.875–Rp9.950, target Rp10.100–Rp10.300, cutloss di bawah Rp9.875.

Strategi Investor dan Peluang Koleksi Saham

Koreksi IHSG memberikan peluang bagi investor membeli saham dengan harga menarik. Investor disarankan menyesuaikan strategi dengan toleransi risiko masing-masing. Saham unggulan dapat menjadi portofolio jangka menengah hingga panjang.

Pergerakan IHSG yang sideways menuntut selektivitas dalam memilih saham. Fokus pada saham dengan fundamental dan likuiditas baik lebih aman di tengah volatilitas. Investor juga bisa memanfaatkan momentum teknikal untuk trading intraday.

Kesimpulannya, pergerakan pasar pagi ini sekaligus membuka peluang strategi yang fleksibel. Pemilihan saham unggulan dengan potensi menguat menjadi langkah tepat untuk meningkatkan portofolio. Investor yang cermat dapat memanfaatkan momen ini untuk menambah koleksi saham berkualitas.

Terkini