JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tren kenaikan harga minyak goreng masih berlanjut di pekan ketiga Januari 2026.
Kenaikan ini terjadi pada berbagai jenis minyak, baik curah, premium, maupun Minyakita. Masyarakat perlu memahami tren ini untuk menyesuaikan pengeluaran harian secara bijak.
Jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga meningkat dibandingkan pekan sebelumnya. Pada minggu ketiga Januari, tercatat 107 kabupaten/kota mengalami kenaikan harga, lebih tinggi dari 100 kabupaten/kota sebelumnya.
Walau persentase kenaikan tergolong rendah, level harga masih berada di angka tinggi dan menjadi perhatian distribusi pangan.
Kenaikan harga ini berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat, terutama bagi keluarga dengan kebutuhan minyak goreng tinggi. Kondisi tersebut mendorong pemerintah dan pelaku usaha untuk tetap memantau pasokan dan harga di tingkat daerah. Informasi ini menjadi penting bagi strategi pengendalian inflasi nasional.
Tren Minyak Goreng Kemasan
Minyak goreng kemasan sederhana Minyakita juga mengalami kenaikan harga dibandingkan bulan sebelumnya. Harga Minyakita tercatat naik 0,05% menjadi Rp17.417 per liter. Angka ini masih melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan Rp15.700 per liter.
BPS mencatat kenaikan harga minyak goreng kemasan terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia. Dari 491 kabupaten/kota yang diamati, 393 kabupaten/kota melampaui HET. Di Pulau Jawa, 98 kabupaten/kota mengalami kenaikan harga, sedangkan 295 kabupaten/kota lainnya berada di luar Pulau Jawa.
Sementara itu, terdapat 98 kabupaten/kota dengan harga minyak goreng di bawah atau sama dengan HET. Sebanyak 20 kabupaten/kota berada di Pulau Jawa, dan sisanya tersebar di luar Pulau Jawa. Hal ini menunjukkan perbedaan distribusi dan dinamika harga di setiap daerah.
Dampak Kenaikan Harga
Kenaikan harga minyak goreng berdampak langsung pada pengeluaran rumah tangga. Komoditas ini menjadi kebutuhan pokok yang digunakan setiap hari, sehingga fluktuasi harga dirasakan secara signifikan. Kenaikan ini menuntut konsumen lebih cermat dalam mengatur anggaran belanja.
Selain itu, kenaikan harga memengaruhi harga produk olahan yang menggunakan minyak goreng sebagai bahan baku. Hal ini dapat menyebabkan efek berganda pada inflasi makanan di tingkat nasional. Pihak distributor dan pedagang juga perlu menyesuaikan strategi harga agar tetap kompetitif.
Pemantauan terus-menerus menjadi kunci agar pasokan minyak tetap stabil. BPS sebagai lembaga statistik melakukan pengamatan rutin di seluruh wilayah Indonesia. Data ini membantu pemerintah merumuskan kebijakan pengendalian harga dan inflasi pangan.
Distribusi Wilayah
Kenaikan harga minyak goreng tidak merata di seluruh Indonesia. Pulau Jawa tercatat memiliki 98 kabupaten/kota dengan harga di atas HET. Sementara itu, wilayah luar Jawa mencatat 295 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga serupa.
Kondisi ini menandakan adanya variasi harga berdasarkan ketersediaan pasokan dan faktor distribusi. Wilayah dengan pasokan lebih terbatas cenderung mengalami harga lebih tinggi. Sedangkan wilayah dengan logistik lancar memiliki harga lebih stabil atau di bawah HET.
Perbedaan ini menjadi perhatian pemerintah dan pelaku usaha dalam menstabilkan harga di seluruh daerah. Strategi distribusi yang merata penting untuk menjaga keseimbangan pasar. Dengan pendekatan terkoordinasi, dampak kenaikan harga terhadap masyarakat dapat diminimalkan.
Langkah Pengendalian
Pemerintah perlu melakukan pengawasan ketat terhadap harga minyak goreng di pasar. Ketersediaan stok dan pengendalian distribusi menjadi faktor utama. Langkah ini diharapkan dapat menahan laju kenaikan harga di wilayah yang terdampak signifikan.
Selain itu, strategi edukasi kepada masyarakat juga penting. Konsumen perlu memahami perbedaan harga minyak goreng dan memilih produk sesuai kebutuhan. Dengan pendekatan ini, masyarakat dapat tetap memenuhi kebutuhan harian tanpa memberatkan anggaran keluarga.
Langkah koordinasi antara BPS, pemerintah pusat, dan daerah menjadi kunci efektivitas pengendalian. Pemantauan harga secara berkala membantu mengambil tindakan preventif. Dengan strategi tepat, kestabilan harga minyak goreng dapat terjaga untuk mendukung perekonomian nasional.