JAKARTA - Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di seluruh SPBU tetap stabil untuk periode 19–25 Januari 2026.
Penyesuaian terakhir dilakukan sejak awal tahun, sehingga konsumen dapat merencanakan kebutuhan bahan bakar. Kondisi ini memberikan kepastian bagi pengguna kendaraan di berbagai wilayah Indonesia.
Berbagai operator BBM juga menjaga harga agar tetap kompetitif. Penyesuaian ini tidak hanya berlaku pada satu jenis BBM, tetapi mencakup seluruh varian nonsubsidi. Konsumen dapat memanfaatkan momen ini untuk membeli BBM sesuai kebutuhan tanpa khawatir adanya lonjakan harga mendadak.
Stabilitas harga BBM menunjukkan upaya operator dalam menjaga keseimbangan pasar. Dengan begitu, aktivitas transportasi dan mobilitas masyarakat tetap lancar. Hal ini juga mendorong efisiensi dalam perencanaan penggunaan bahan bakar sehari-hari.
Penurunan Harga BBM Nonsubsidi Pertamina
Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi sejak awal Januari 2026. Penurunan berlaku untuk berbagai jenis BBM, termasuk Pertalite, Pertamax, dan Dexlite. Langkah ini diambil untuk mendukung daya beli masyarakat dan menjaga stabilitas pasar.
Pertalite (RON 90) dipatok di angka Rp10 ribu per liter, sementara Pertamax (RON 92) berada pada Rp12.350 per liter. Varian lebih tinggi, seperti Pertamax Turbo dan Pertamina DEX, masing-masing dijual Rp13.400 dan Rp13.600 per liter. Penurunan ini memberi kesempatan bagi konsumen untuk mendapatkan BBM berkualitas dengan harga lebih terjangkau.
Selain itu, Pertamax Green (RON 95) juga mengalami penyesuaian menjadi Rp13.150 per liter. Kebijakan ini menekankan perhatian Pertamina terhadap keberlanjutan dan keseimbangan harga di seluruh jaringan SPBU. Konsumen mendapatkan nilai lebih dari setiap liter BBM yang dibeli.
Penyesuaian Harga pada Operator Shell
Shell turut menurunkan harga seluruh jenis BBM mereka sejak awal Januari 2026. Penyesuaian ini berlaku di beberapa wilayah, termasuk Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Konsumen dapat merasakan langsung efek penurunan ini pada pembelian harian mereka.
Shell Super (RON 92) dijual Rp12.700 per liter, lebih rendah dari harga sebelumnya. Varian premium, Shell V Power (RON 95) dan V Power Nitro+ (RON 98), masing-masing dibanderol Rp13.190 dan Rp13.480 per liter. Diesel V-Power juga ikut turun menjadi Rp13.860 per liter, memberikan pilihan hemat bagi kendaraan berbahan bakar diesel.
Strategi ini menunjukkan komitmen Shell untuk tetap kompetitif dan mendukung konsumsi energi yang efisien. Penurunan harga juga membantu masyarakat merencanakan pengeluaran BBM secara lebih baik. Hal ini memberikan dampak positif bagi mobilitas masyarakat di kota besar maupun kawasan penyangga.
Penurunan Harga di SPBU BP dan Vivo
SPBU BP-AKR melakukan penyesuaian harga BBM untuk semua jenis bahan bakar mereka. BP 92 kini dipasarkan dengan harga Rp12.500 per liter, sementara BP Ultimate (RON 95) menjadi Rp13.190 per liter. Diesel BP Ultimate turun menjadi Rp13.860 per liter, menambah keringanan biaya bagi kendaraan diesel.
Sementara itu, Vivo menurunkan harga Revvo 92 dari Rp13.000 menjadi Rp12.700 per liter. Diesel Primus juga mengalami penyesuaian signifikan, turun dari Rp15.520 menjadi Rp13.610 per liter. Konsumen mendapat keuntungan langsung dari kebijakan ini, terutama bagi pengguna kendaraan berat atau mobilitas tinggi.
Penurunan harga pada operator selain Pertamina menunjukkan adanya tren positif di pasar BBM. Kompetisi sehat antaroperator memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Hal ini menjadi sinyal bagi konsumen untuk memanfaatkan harga BBM yang lebih bersahabat.
Dampak Positif bagi Konsumen dan Pasar
Kombinasi penyesuaian harga di seluruh operator memberikan efek positif bagi konsumen. Pengguna kendaraan dapat merencanakan pengeluaran BBM lebih efisien dan menyesuaikan konsumsi harian mereka. Dampak ini juga dirasakan pada mobilitas masyarakat yang tetap lancar tanpa beban biaya tinggi.
Penurunan harga BBM nonsubsidi mendukung pertumbuhan ekonomi melalui efisiensi transportasi. Masyarakat merasa terbantu karena harga yang lebih stabil dan terjangkau. Hal ini meningkatkan daya beli konsumen serta mendorong aktivitas ekonomi yang lebih dinamis.
Kesimpulannya, penyesuaian harga BBM di Pertamina, Shell, BP, dan Vivo membawa kabar positif bagi seluruh lapisan masyarakat. Kestabilan harga memastikan mobilitas dan kebutuhan energi tetap lancar. Tren ini menandai upaya operator dalam mendukung konsumen serta menjaga pasar BBM tetap sehat dan kompetitif.